www.mediasurabayanews.com, BIREUEN – Kepengurusan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bireuen Masa Bakti XXIII Periode 2025–2030 resmi dilantik dan dikukuhkan dalam prosesi khidmat yang digelar di Aula Lama Setdakab Bireuen, Kamis (29/1/2026). Pelantikan ini menjadi tonggak awal penguatan peran PGRI sebagai organisasi profesi guru yang solid, progresif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bireuen.
Zia Ulhaq, S.Pd resmi dipercaya memimpin PGRI Kabupaten Bireuen untuk lima tahun ke depan. Pelantikan pengurus dilakukan oleh Ketua PGRI Provinsi Aceh yang diwakili Wakil Ketua PGRI Aceh, Bakhtiar, S.Pd., M.Si. Dalam arahannya, Bakhtiar menegaskan pentingnya kekompakan organisasi, kedisiplinan, serta keterlibatan aktif seluruh pengurus dan anggota PGRI.
“Guru-guru yang tergabung dalam PGRI Kabupaten Bireuen harus aktif berkoordinasi dan berkolaborasi untuk memajukan pendidikan dan organisasi. Pengurus maupun anggota yang tidak aktif selama tiga bulan harus bersedia mengundurkan diri dari organisasi,” tegas Bakhtiar.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen terus memberikan dukungan nyata terhadap berbagai program PGRI sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Adapun jajaran pengurus PGRI Kabupaten Bireuen yang dilantik meliputi Ketua Zia Ulhaq, S.Pd, Wakil Ketua I Zulfadhli, S.Pd, Wakil Ketua II Drs. Fadhli, M.M, dan Wakil Ketua III Fauzan, S.Pd., M.Pd. Jabatan Sekretaris diamanahkan kepada Iskandar, S.Pd., M.M dengan Wakil Sekretaris Azhar, S.Pd., M.M. Sementara posisi Bendahara dijabat Novera Kusumawati Putri, M.Ag dengan Wakil Bendahara Ennawita, S.Pd, serta didukung sejumlah pengurus bidang lainnya.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan pelantikan dan pengukuhan Bunda Guru Kabupaten Bireuen, Pengurus Perempuan PGRI Kabupaten Bireuen, serta SIGAP PGRI Kabupaten Bireuen Masa Bakti 2025–2030.

Acara pelantikan turut dihadiri Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi, S.H., M.M, yang mewakili Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T. Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, ditegaskan bahwa PGRI merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun dan memajukan sektor pendidikan.
Bupati menyoroti tiga peran utama PGRI ke depan, yakni mendorong transformasi pendidikan di era digital tanpa meninggalkan nilai religius dan kearifan lokal Aceh, memperkuat solidaritas serta perlindungan profesi guru, serta menjalankan advokasi pendidikan yang konstruktif dan solutif.
“Keberhasilan pembangunan sumber daya manusia di Bireuen tidak mungkin tercapai tanpa peran aktif para guru. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berdiri bersama PGRI,” demikian salah satu poin penting sambutan tersebut.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Bunda Guru Kabupaten Bireuen atas peran strategisnya dalam membentuk karakter dan akhlak generasi sejak usia dini, seraya berharap sentuhan kasih sayang, keteladanan, serta nilai moral tetap menjadi fondasi utama pendidikan di tengah derasnya arus digitalisasi.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi kepengurusan PGRI Kabupaten Bireuen yang baru untuk menghadirkan organisasi yang semakin modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan serta aspirasi para pendidik hingga ke pelosok daerah.
“Guru bukan hanya pengajar ilmu, tetapi penuntun peradaban. Dari tangan guru, masa depan bangsa dibentuk dengan nilai, keteladanan, dan pengabdian.” — (Hendra)















