www.mediasurabayanews.com, Bireuen (Aceh) – Warga Kota Juang, Kabupaten Bireuen, mempertanyakan keberadaan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) di tengah bencana banjir yang sudah berlangsung hingga hari kedelapan. Almajid, tokoh masyarakat yang kerap disapa Pak Dee, menilai bahwa para wakil rakyat seharusnya hadir di saat masyarakat sedang menghadapi masa-masa sulit akibat banjir yang datang secara tiba-tiba.
Menurutnya, warga kini menghadapi berbagai persoalan mendesak, mulai dari kesulitan mendapatkan makanan, hingga masalah kesehatan seperti sesak napas karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Dalam situasi seperti ini, katanya, kehadiran para wakil rakyat bukan hanya diharapkan, tetapi menjadi tanggung jawab moral dan institusional.
“Seharusnya dalam kondisi seperti ini para wakil rakyat tampil kompak, memberikan bantuan nyata atau setidaknya menginisiasi pasar murah sembako sesuai kebutuhan warga. Namun hari ini, masyarakat hidup ibarat sebatang kara. Semua harus mereka pikirkan sendiri,” ungkap Pak Dee dengan nada kecewa.
Ia menambahkan, hingga memasuki hari kedelapan pascabencana, belum terlihat satu pun anggota DPRK yang turun langsung ke pasar, lokasi pengungsian, atau titik-titik terdampak lainnya. Padahal, menurutnya, DPRK memiliki fungsi penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama ketika harga barang ikut melonjak seiring meningkatnya kebutuhan warga.
Pada Rabu (03/12/2025), Pak Dee kembali menegaskan kekecewaannya karena belum ada langkah konkret dari DPRK untuk menghadirkan pasar murah, menstabilkan harga sembako, maupun memastikan ketersediaan gas elpiji dan BBM agar warga tidak perlu lagi mengantre panjang.
Situasi ini, lanjutnya, sangat disayangkan mengingat masyarakat sedang membutuhkan perhatian serius dan tindakan cepat dari para wakil yang telah mereka pilih.(Hendra-Aceh)















