*Surabaya

Menjelang Bulan Ramadhan TPU Ngagel Rejo Ramai para Peziarah, Begitu Pula Para Pedagang Meraup Rejeki

681
×

Menjelang Bulan Ramadhan TPU Ngagel Rejo Ramai para Peziarah, Begitu Pula Para Pedagang Meraup Rejeki

Sebarkan artikel ini
Menjelang Bulan Ramadhan TPU Ngagel Rejo Ramai para Peziarah, Begitu Pula Para Pedadang Meraup Rejeki

www.mediasurabayanews.com, SURABAYA – Menjelang datangnya bulan Suci Ramadhan, tradisi akan Ziarah Kubur menjadi pemandangan yang umum kita jumpai di berbagai Daerah di Indonesia. Tradisi ini telah lama mengakar dalam Budaya Masyarakat, khususnya umat Muslim.

Dalam tradisi ini memiliki makna Spiritual dan Budaya yang cukup mendalam. Biasanya, para keluarga atau masyarakat akan mengunjungi makam keluarga atau sanak saudara mereka, orang tua, atau kerabat yang sudah meninggal untuk mendoakan mereka, memohon akan ampunan bagi para Almarhum/Almarhumah, serta memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan Ibadah Puasa.

Suasana ramai tampak terlihat pula salah satunya di Pemakaman Umum Ngagel Rejo, Surabaya, menjelang di bulan Suci Ramadhan ini. Tradisi ziarah kubur yang dilakukan oleh masyarakat dimanfaatkan oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk menjajakan berbagai macam dagangan mereka.

Pantauan oleh Media MSN (Media Surabaya News), pada Selasa (17/02/26), pukul 13.25 WIB, para pedagang memenuhi jalan yang berada di tengah Pemakaman Umum, mulai dari pintu masuk hingga ke area tengah makam, begitu pula di luar makam.

Ada beberapa pedagang, mulai bakso, soto, kerupuk sambal dan minuman. Namun di bagian luar makam banyak pedagang yang menjajahkan bunga tabur dadakan.

Salah satu pedagang bakso, Pak Jayus asal Manyar menyebut dirinya baru kali ini berjualan di Pemakaman Ngagel Rejo. Harga 1 porsi baksonya Rp10 ribu. Hari ini, ia baru menjual 25 porsi bakso.

“Baru kali ini berhenti di sini, melihat banyak para pengunjung datang, mungkin bisa mendatangkan rejeki” tuturnya pada Media MSN (Media Surabaya News) Dwi Listiyowati.

Sementara, pedagang bunga tabur dadakan Arini mengaku telah berjualan sejak tanggal 10 Februari 2026 untuk menyambut megengan.

“Alhamdulillah, satu kresek Rp5.000, ya kalau dibilang ramai ya ramai, apa lagi hari ini karena hari terakhir,” jelasnya.

Tetapi, Arini juga menambahkan jika hujan maka pemasukannya berkurang karena jarang ada yang datang untuk berziarah, tapi Alhamdulillah 2 hari ini cuaca cukup bersahabat, sambil senyum.

“Kalau hujan ya sepi, hari ini alhamdulillah ramai dan cuaca cukup bersahabat,” ujarnya.(Dwi L)