*Daerah

HRD Desak Pertamina Lakukan Langkah Darurat Atasi Kelangkaan LPG dan BBM di Aceh, Sumut, dan Sumbar

834
×

HRD Desak Pertamina Lakukan Langkah Darurat Atasi Kelangkaan LPG dan BBM di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H. Ruslan M. Daud (HRD)

www.mediasurabayanews.com, Bireuen (Aceh) – Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H. Ruslan M. Daud (HRD), mendesak Pertamina untuk segera mengambil langkah darurat dalam mengatasi kelangkaan gas elpiji (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Kondisi itu terjadi pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi tersebut.

Hal itu disampaikan anggota Komisi V DPR RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh II itu kepada wartawan, pada Selasa (02/12/2025).

HRD mengungkapkan, berdasarkan pantauan langsungnya di lapangan, antrean panjang kendaraan terlihat di hampir seluruh SPBU di Aceh. Situasi serupa terjadi di Kabupaten Bireuen, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Utara, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Bener Meriah, hingga Aceh Tengah.

“Bahkan, beberapa daerah sudah kehabisan stok LPG dan BBM karena suplai melalui jalur darat terputus. Banyak jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir dan longsor,” ujarnya.

Menurut HRD, distribusi LPG di Aceh saat ini mengalami gangguan sangat serius. Pasokan dari Arun, Lhokseumawe, tidak dapat dilalui melalui jalur darat. Ia meminta Pertamina segera mengupayakan penyaluran alternatif.

“Solusinya, Pertamina harus segera menyalurkan LPG lewat jalur laut atau udara agar kebutuhan energi masyarakat tidak terhenti,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh agen LPG di Aceh sementara terpaksa menghentikan operasional karena tidak mendapatkan suplai dari Pertamina. Kondisi ini langsung berdampak pada rumah tangga, pelaku UMKM, hingga dapur umum di camp pengungsian korban banjir.

“Dalam situasi darurat seperti ini, kami sangat mengharapkan perhatian dan langkah cepat dari Pertamina, khususnya Pertamina Aceh dan Dirjen Migas, untuk menetapkan kebijakan percepatan distribusi melalui laut dan udara,” katanya.

HRD juga meminta Pertamina menyediakan solusi alternatif, seperti pembukaan jalur distribusi baru, penyediaan armada khusus, serta mekanisme penyaluran darurat yang memastikan suplai LPG tetap menjangkau masyarakat.

“Kami berharap penanganan dan koordinasi ini segera dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dan stabilitas distribusi kembali normal. Terima kasih atas perhatian dan kerja sama dari Pertamina serta semua pihak terkait,” pungkasnya. ( Hendra-Aceh)