www.mediasurabayanews.com, BIREUEN – Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PKB, H. Ruslan Daud, menggelar acara buka puasa bersama para wartawan liputan Kabupaten Bireuen. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Maligoe, Desa Cot Gapu, Minggu (15/3/2025).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri puluhan jurnalis dari berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun online. Selain menjadi ajang silaturahmi di bulan suci Ramadan, kegiatan ini juga mempererat hubungan kemitraan antara wakil rakyat dengan insan pers.
Menjelang waktu berbuka puasa, Ruslan Daud menyampaikan rasa terima kasih kepada para wartawan yang telah memenuhi undangannya. Ia juga mengapresiasi peran media yang selama ini menjadi mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat serta menjaga kekompakan dan kebersamaan.
“Terima kasih kepada rekan-rekan media yang selama ini telah menjadi mitra kerja yang baik. Pers memiliki peran penting dalam menyuarakan aspirasi masyarakat serta menjaga keterbukaan informasi publik,” ujar Ruslan.
Pada kesempatan tersebut, Ruslan Daud juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat korban banjir di Kabupaten Bireuen yang hingga kini masih tinggal di tenda-tenda pengungsian, sementara Hari Kemenangan, Idul Fitri, semakin dekat.
Menurutnya, penanganan bantuan tempat tinggal bagi korban banjir seharusnya dilakukan pemerintah daerah melalui mekanisme yang jelas dan bertahap, mulai dari tahap awal hingga akhir. Ia menilai tidak seharusnya proses tersebut dilakukan secara tergesa-gesa atau melompat dari prosedur yang semestinya.
Ruslan menjelaskan bahwa hingga saat ini pembangunan hunian sementara (Huntara) masih menemui kendala, sementara kepastian pembangunan hunian tetap (Huntap) juga belum jelas. Akibatnya, banyak warga terdampak banjir masih bertahan di tenda-tenda darurat, bahkan sebagian di antaranya mendirikan tenda di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Bupati Bireuen, yang jumlahnya terus bertambah dari hari ke hari.
Ia menegaskan bahwa penanganan bencana banjir tersebut merupakan kewenangan pemerintah daerah dan Pemerintah Aceh, mengingat statusnya belum ditetapkan sebagai bencana nasional oleh Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia. Karena itu, pembangunan Huntara maupun Huntap harus dilengkapi dengan rekomendasi dari Bupati, Wali Kota, atau Gubernur Aceh.
Meski demikian, Ruslan Daud mengaku kecewa terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai belum sepenuhnya memprioritaskan kepentingan masyarakat terdampak. Ia menilai pemerintah seharusnya turun langsung ke lapangan untuk melakukan musyawarah dengan warga guna mengetahui kebutuhan dan harapan mereka.
“Yang terpenting saat ini adalah masyarakat korban banjir mendapatkan kepastian dan penjelasan mengenai kapan rumah mereka akan dibangun. Kepastian itu sangat penting demi keberlangsungan hidup keluarga mereka,” tegas Ruslan.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada publik agar masyarakat tidak merasa diabaikan.
“Transparansi dan komunikasi yang baik dengan masyarakat harus selalu dijaga,” tambahnya.
Acara buka puasa bersama tersebut juga diwarnai dengan penyerahan paket Idul Fitri serta bantuan uang transportasi kepada para wartawan yang hadir. Ruslan Daud kembali menyampaikan terima kasih kepada insan pers yang selama ini aktif memberitakan berbagai persoalan masyarakat, khususnya terkait kondisi korban banjir di Kabupaten Bireuen yang selama ini merasa terzalimi.
“Pers adalah cahaya yang menerangi kebenaran. Ketika informasi disampaikan dengan jujur dan berimbang, di situlah harapan masyarakat menemukan jalannya.” (Hendra)















