Oknum Supir Angkot Kudamati Ambon kembali Berulah
www.mediasurabayanews.com, AMBON – Dalam pernyataan terbuka melalui media sosial yang menyayat hati dari seorang ibu yang juga adalah salah satu aktivis muda kota ambon sedang di perantauan mendadak viral di jagat maya. Surat tersebut ditujukan kepada komunitas sopir angkutan kota (Angkot) trayek Kudamati, menyusul insiden dugaan perundungan (“bullying”) yang menimpa seorang siswa Sekolah Dasar (SD) hingga mengakibatkan trauma psikis mendalam.
Peristiwa yang terjadi pada sore hari sekitar pukul 18.00 , Selasa 14 April 2026 ini, bermula saat sang anak pulang sekolah dan membayar ongkos sebesar Rp2.000—tarif yang sudah sering dibayar oleh anak ini, tapi terkadang jika ada uang lebih dia akan membayar lebih. Namun, respons sang sopir justru di luar dugaan dan sangat melukai perasaan.
“Ose Badan Basar Baru Cuma Bayar 2.000?”
Dalam unggahan tersebut, sang ibu menceritakan bahwa anaknya menelepon dalam keadaan terisak hebat. Bukan karena kehilangan uang, melainkan karena rasa malu yang luar biasa setelah dipermalukan di depan penumpang lain.
“Dia jawab karena beta malu Mama. Om supir bilang ‘Ose badan basar baru ose cuma bayar 2.000?’. Ada orang banyak dalam oto, Mama. Beta paling malu sekali,”tulis sang ibu menirukan rintihan hati anaknya.
Kalimat yang menyerang fisik (body shaming) tersebut dirasakan sangat tidak manusiawi, apalagi dilontarkan oleh seorang dewasa kepada anak di bawah umur hanya karena persoalan selisih ongkos yang tidak seberapa.
Efek Domino Bullying pada Mental Anak, Sang ibu yang sedang berada jauh dari Ambon menyatakan kekecewaannya yang mendalam. Baginya, ini bukan sekadar masalah uang, melainkan soal etika dan dampak mental bagi tumbuh kembang anak.
Trauma Psikis: Anak tersebut dilaporkan menangis sepanjang jalan dari tempat turun angkot hingga sampai ke rumah, hingga hari ini masih takut untuk ke sekolah atau pulang sekolah naik angkot lagi.
Serangan Fisik: Sang ibu menegaskan bahwa kondisi fisik anaknya yang sehat dan berprestasi (juara kelas sejak kelas 1-5) sama sekali tidak ada hubungannya dengan regulasi tarif angkutan umum.
Pesan untuk Pelaku: “Ale (kamu) boleh bilang kata lain sebagai orang tua, tinggal bilang saja lain kali bayar lebih jua ade, jangan komentari fisik dalam hubungan dengan ongkos oto,”tegasnya dalam surat tersebut.

Tuntutan Klarifikasi dan Sorotan Publik, hingga berita ini diturunkan, lewat postingan di media sosial sudah mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak, hari ini 16April 2026, Di dampingi oleh Ketua KNPI kota ambon bersama keluarga dan anak melakukan penyelidikan bersama para Supir angkot kudamati di depan RSUD Haulussy Kudamati untuk mencari supir yang bersangkutan, namun identitas sopir dan nomor plat kendaraan belum diketahui secara pasti.
Akhirnya Ketua Jalur Supir angkot Mengklarifikasi dan memberikan permohonan maaf kepada anak dan keluarga terkait hal ini dan berjanji akan sama-sama kawal hingga menemukan oknum supir tersebut.
Kejadian ini memicu gelombang simpati dari warga Kota Ambon. Banyak netizen menyayangkan perilaku oknum sopir yang dianggap tidak mampu menjaga etika dalam pelayanan publik, terutama kepada anak-anak.
“Ale tidur seng akan tenang,”tutup sang ibu dalam pesan penuh emosional tersebut, berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran keras bagi seluruh penyedia jasa transportasi di Ambon untuk lebih ramah terhadap anak.
Redaksi mengimbau kepada komunitas sopir Angkot Kudamati atau warga yang berada di lokasi kejadian (sekitar jam 6 sore di trayek Kudamati) untuk memberikan informasi agar masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan edukatif (Bareto S.pd S.H)






