*Daerah

Peusijuek Grosir dan Enceran IDA Duosus serta IDA Kurma Sukari di Pasar Blok M Berlangsung Khidmat dan Penuh Keberkahan

328
×

Peusijuek Grosir dan Enceran IDA Duosus serta IDA Kurma Sukari di Pasar Blok M Berlangsung Khidmat dan Penuh Keberkahan

Sebarkan artikel ini
iPeusijuek Grosir dan Enceran IDA Duosus serta IDA Kurma Sukari di Pasar Blok M Berlangsung Khidmat dan Penuh Keberkahan

www.mediasurabayanews.comBIREUEN – Acara peusijuek Grosir dan Enceran IDA Duosus dan IDA Kurma Sukari yang berlokasi di Pasar Kering Blok M, Desa Meunasah Capa, Dusun Blok, Kabupaten Bireuen, pada Kamis (05/02/2026), berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya usaha dengan doa dan harapan agar senantiasa berada dalam lindungan serta keberkahan Allah SWT.

Prosesi peusijuek dipimpin oleh Tgk dari salah satu dayah di Kecamatan Jeunieb, yang memanjatkan doa keselamatan, kelancaran usaha, serta rezeki yang halal dan berlimpah. Suasana religius terasa kental, mencerminkan kuatnya nilai spiritual dan adat yang hidup di tengah masyarakat Aceh. Peusijuek bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar batin untuk mengawali langkah dengan niat yang baik dan hati yang bersih.

Dalam tradisi Aceh, peusijuek merupakan budaya luhur yang telah berasimilasi dengan syariat Islam. Meskipun menggunakan simbol adat seperti daun-daunan dan tepung tawar, hakikatnya adalah doa dan rasa syukur kepada Allah Swt. Tradisi ini lazim dilakukan pada momen penting kehidupan, seperti pernikahan, keberangkatan ibadah haji, menempati rumah baru, maupun membuka tempat usaha baru. Sebagaimana kata bijak, “Usaha tanpa doa adalah kesombongan, doa tanpa usaha adalah angan-angan.”

Acara ini turut dihadiri oleh para pedagang Pasar Kering Blok M, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Aceh untuk Kabupaten Bireuen (Cabdin), Kepala Bidang Pasar Disperindagkop Kabupaten Bireuen Fachruddin, SE, serta insan pers. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan dukungan moral terhadap tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebagai bentuk jamuan adat dan simbol kebersamaan, panitia juga menyajikan ketan durian kepada para tamu undangan. Ketan yang lengket melambangkan persatuan dan kekompakan, sementara durian dengan rasa manis legitnya menjadi simbol rezeki dan kenikmatan yang diharapkan terus mengalir. Sajian ini memperkuat makna bahwa usaha yang baik tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjunjung nilai kebersamaan dan rasa syukur.

Di sela kegiatan, warga dan pedagang setempat menyampaikan harapan kepada Bupati dan Wakil Bupati Bireuen agar memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan jaringan air bersih, fasilitas MCK (BMCK), serta pengaspalan jalan di kawasan Pasar Kering Blok M. Infrastruktur yang memadai dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kenyamanan warga.

Masyarakat juga berharap Bupati dapat meninjau langsung lokasi pasar guna mendengar dan menerima keluhan warga secara langsung. Dengan demikian, kebijakan yang diambil diharapkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan. Seperti kata bijak, “Pemimpin yang baik adalah mereka yang mau hadir, mendengar, dan bertindak untuk rakyatnya.”

Melalui peusijuek ini, masyarakat tidak hanya memanjatkan doa untuk kelancaran usaha IDA Duosus dan IDA Kurma Sukari, tetapi juga meneguhkan harapan akan masa depan yang lebih baik, sejahtera, dan penuh keberkahan bagi seluruh warga Pasar Blok M dan Kabupaten Bireuen pada umumnya. (Hendra)

*

www.mediasurabayanews.com, BIREUEN – Ada luka yang tak selalu…