*PemerintahanPeristiwa

11 Bandara Ditutup Sementara,  Pemerintah Perkuat Pengamanan Penerbangan di Papua

447
×

11 Bandara Ditutup Sementara,  Pemerintah Perkuat Pengamanan Penerbangan di Papua

Sebarkan artikel ini
https://seputarrakyat-news.com/11-bandara-ditutup-sementara-pemerintah-perkuat-pengamanan-penerbangan-di-papua/

www.mediasurabayanews.com, JAKARTA – Tindakan cepat dari Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menegaskan komitmennya dalam memperkuat keamanan penerbangan perintis di Wilayah Papua.

Langkah ini diambil menyusul insiden penembakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu, 11 Februari 2026 lalu.

Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, pemerintah menilai perlunya penguatan pengamanan di wilayah dengan tingkat risiko tinggi, terutama karena penerbangan perintis memegang peranan vital bagi masyarakat Papua.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa layanan perintis menjadi penghubung utama masyarakat di daerah terpencil untuk mengakses layanan kesehatan, pendidikan, distribusi logistik, hingga mobilitas dasar. Karena itu, aspek keamanan tidak bisa dikompromikan.

Operator Diberi Kewenangan Penuh

Sebagai respons atas insiden tersebut, Ditjen Perhubungan Udara menegaskan tiga poin kebijakan utama:

Operator yang menghentikan penerbangan karena alasan keamanan tidak akan dikenakan sanksi.

Penerbangan tetap dapat dilaksanakan dengan syarat kondisi keamanan bandara tujuan telah dipastikan aman.

Operator memiliki kewenangan penuh untuk melakukan penilaian risiko dan menentukan kelanjutan operasional demi keselamatan kru dan penumpang.

Kebijakan ini memberikan ruang bagi maskapai untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian tanpa tekanan administratif.

11 Bandara Ditutup Sementara

Sebagai langkah antisipasi, operasional penerbangan dihentikan sementara di 11 titik yang dinilai rawan, yakni:

Satpel Koroway BatuBandara Bomakia

Satpel Yaniruma

Satpel Manggelum

Lapter Kapiraya

Lapter Iwur

Lapter Faowi

Lapter Dagai

Lapter Aboy

Lapter Teraplu

Lapter Beoga

Operasional di lokasi tersebut baru akan dibuka kembali setelah mendapatkan jaminan pengamanan dari aparat TNI/Polri serta dinyatakan memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Lima Bandara Rawan Terkendali Tetap Beroperasi

Selain itu, terdapat lima bandara dengan status rawan terkendali yang masih beroperasi dengan pengamanan ketat aparat, yaitu:

Bandara Kiwirok

Bandara Moanamani

Satpel Sinak (Ilaga)

Satpel Agandugume (Ilaga)

Bandara Illu

Aktivitas penerbangan di lokasi tersebut tetap berjalan dengan pengawasan intensif serta evaluasi situasi keamanan secara berkala.

Langkah Strategis Pasca-Insiden

Pasca penembakan, Ditjen Perhubungan Udara juga menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:

Mengirimkan surat resmi kepada TNI/Polri guna mempertebal pengamanan di wilayah tertentu.

Menginstruksikan Koordinator Wilayah penerbangan perintis untuk meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan setempat.

Mengintegrasikan faktor gangguan keamanan dalam safety assessment tahunan wilayah Papua.

Meninjau ulang klausul kontrak angkutan udara perintis, termasuk penguatan pasal force majeure akibat kondisi keamanan.

Selain itu, pemetaan risiko setiap bandara tengah dilakukan, termasuk penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) khusus bagi awak pesawat di wilayah kritis.

Koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kemenko Polhukam dan aparat penegak hukum, juga diperkuat untuk mendukung investigasi sesuai regulasi penerbangan yang berlaku.

Komitmen Safety First

Pemerintah menekankan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan adalah prioritas utama. Ke depan, penguatan dasar hukum penghentian sementara operasional jika kondisi tidak aman serta rencana penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan akan menjadi bagian dari upaya penguatan sistem.

Insiden yang menewaskan pilot dan kopilot PK-SNR meninggalkan duka mendalam bagi dunia transportasi udara nasional.

Pemerintah menyampaikan belasungkawa serta penghormatan kepada awak pesawat yang gugur dalam menjalankan tugas, seraya menegaskan kembali komitmen untuk memastikan penerbangan perintis di Papua tetap berjalan dengan standar keamanan maksimal.(Satriya/Info Penerbangan)